Minggu, 15 Maret 2020

Ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan dari 4 sistem Perekonomian di Indonesia



1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional ada pada kehidupan masyarakat sederhana yang tergantung pada hasil alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berikut ciri-ciri sistem ekonomi tradisional.

° Belum ada pembagian kerja dalam masyarakat

° Untuk memenuhi kebutuhan masih menggunakan sistem barter

° Proses produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi atau kebiasaan yang berlaku dimasyarakat

° Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah tangga

° Dalam kehidupan bermasyarakat terpelihara sifat kekeluargaan

° Sumber kehidupan dan kemakmuran berasal dari alam.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional

° Dalam usaha tidak terjadi persaingan karena semua kegiatan dilakukan berdasarkan kebiasaan

° Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

° Masyarakat hidup dalam kebersamaan dengan sifat kekeluargaan

° Kelemahan sistem ekonomi tradisional

° Jumlah produksi terbatas sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan

° Menjadikan pola pikir masyarakat tidak berkembang karena dipengaruhi oleh tradisi

° Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya

° Kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.


2. Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando disebut juga dengan sistem ekonomi sentral atau terpusat. Semua kegiatan ekonomi direncanakan serta di komandoi oleh pemerintah sehingga masyarakat dan produsen hanya sebagai pelaksana.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:

° Semua alat dan sumber daya produksi merupakan milik negara

° Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah (central planing)

° Jenis pekerjaan dan pebagian kerja diatur oleh pemerintah

° Tidak ada pihak swasta yang dapat melakukan kegiatan ekonomi secara bebas

Kelebihan sistem ekonomi komando

° Perekonomian menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya.

° Jenis-jenis industri atau produksi di tentukan oleh pemerintah

° Pemerintah mudah melakuka pengendalian dan pengawasan harga

° Pemerintah mengatur distribusi barang-barang produksi

° Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis

° Adanya perataan penerimaan pendapatan.

Kelemahan sistem ekonomi komando

° Menjadikan kreativitas dan inisiatif individu tidak berkembang

°  tidak memiliki kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya ekonomi

° Tidak adanya hak milik perseorangan kecuali barang-barang yang sudah dibagikan

° Kesulitan dalam menghitung kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya produksi secara terpusat.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Adapun ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah sebagai berikut:

° Pihak pemerintah dan swasta berperan aktif dan bekerjasama dalam roda perekonomian.

° Pemerintah memberikan kebebasan kepada pihak swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi. Namun, pemerintah memberikan batasan dan juga dapat melakukan intervensi.

° Pemerintah membuat perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang berkaitan dengan perekonomian.

° Persaingan terjadi di pasar dalam batas yang wajar dan bersih dimana pemerintah turut melakukan pengawasan.

° Mekanisme pasar akan menentukan jenis dan jumlah barang yang diproduksi.

° Pemerintah menguasai semua sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

° Pihak pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama dalam kegiatan perekonomian.

Kelebihan sistem ekonomi campuran

° Adanya pengakuan dari pemerintah terhadap hak individual.

° Proses penetapan harga barang dan jasa di pasar dapat dikendalikan lebih mudah.

° Pemerintah mengutamakan kepentingan dan kemakmuran warganya.

° Pihak swasta tidak dapat mengeksploitasi sumber daya dengan semena-mena.

° Kondisi perekonomian di negara yang menganut sistem ekonomi ini cenderung stabil.

° Pemerintah memperbolehkan masyarakatnya untuk memperbaiki taraf hidupnya dengan berkreasi dan melakukan kegiatan ekonomi.

° Perkembangan ekonomi berjalan dengan lebih cepat karena adanya persaingan bebas.

Kekurangan sistem ekonomi campuran

° Pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta.

° Meskipun pemerintah berperan aktif dalam perekonomian, namun masalah ekonomi tetap terjadi. Misalnya inflasi, pengangguran, dan sebagainya.

° Pemerataan pendapatan sangat sulit untuk diwujudkna pada sistem ekonomi ini.

° Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal.

° Pihak swasta tidak dapat memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pemerintah.

° Pembatasan sumber produksi yang dikuasai antara pemerintah dan swasta sulit untuk ditentukan


4. Sistem Ekonomi Liberal

     Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal adalah :
   
° Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.

° Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.

° Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.

° Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).

° Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.

° Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.

° Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.

° Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

Keuntungan

° Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:

° Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.

° Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

° Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.

° Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.

° Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Kelemahan

° Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah:

° Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.

° Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

° Banyak terjadinya monopoli masyarakat.

° Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

° Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.



DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar